Sabtu, 09 Januari 2016

Kamar Minimalis



Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana dan Ramah Lingkungan - Mendesain kamar tidur sempit yang tidak memiliki lahan yang luas adalah salah satu hal yang susah-susah gampang. Mendesain kamar tidur sempit tidak hanya membuat desain interior untuk menghemat ruang, tetapi juga mengkombinasikan gaya dekorasi dengan luas ruangan sehingga menghasilkan keseimbangan dan keindahan. Hal tersebut tentu saja membutuhkan perencanaan yang matang serta sentuhan seni yang baik.

Kamar Tidur Sempit Bukan Berarti Buruk


Ya benar, jika Anda tidak memiliki lahan yang luas untuk kamar tidur Anda maka bukan berarti Anda harus menyerah untuk mendapatkan desain yang nyaman namun elegan. Pemilihan desain yang tepat serta penataan yang baik dalam mendekorasi kamar tidur dapat memberikan kenyamanan dan keindahan tersendiri bagi kamar tidur Anda, meskipun luas kamar tidur Anda terbatas.


Mendesain Interior Kamar Tidur Sempit? No Problem!


Dalam mendesain kamar tidur berukuran kecil, maka semua hanyalah tentang trik membuat ilusi lebih luas, space saving, dan furniture untuk menympan barang Anda dengan desain yang kreatif. Tentu ditambah dengan desain yang bersih dan rapi adalah hal yang wajib. Mulai dari pencahayaan, pewarnaan, dan kaca sebagai aksesoris, apapun itu baik kecil maupun besar semuanya akan membuat perbedaan didalam kamar tidur Anda.

1. Jangan Tambahkan Banyak Warna Dalam Kamar Tidur Anda
Menambahkan terlalu banyak warna didalam kamar tidur yang memiliki lahan terbatas justru akan memberikan efek lebih sempit! Yaa justru membuat kamar tidur Anda lebih sempit dibandingkan aslinya!

2. Gunakan Pencahayaan Yang Baik
Pencahayaan yang baik merupakan salah satu aspek yang penting jika Anda ingin membuat kamar tidur Anda yang berukuran terbatas menjadi lebih menyenangkan dan cantik untuk dipandang. Cobalah untuk menghilangkan bagian-bagian ruangan yang gelap dengan menggunakan cahaya baik cahaya secara alami melalui kaca jendela maupun menggunakan lampu. Gunakanlah lampu hemat energi berjenis lampu LED

3. Air Conditioner (AC)
Untuk memberikan efek nyaman dan tentunya Keindahan Rumah anda, maka AC (Air Conditioner ) perlu mendapatkan Penempatan khusus.
Berkut kami berikan Tips memasang Indoor Untuk Ac Split Wall :
- Pasang Indoor AC membelakangi Pintu masuk, dengan tujuan agar Udara dingin yang dihasilkan tidak cepat terbuang ketika pintu dibuka.
- Hindari pemasangan Indoor diatas Peralatan Elektronik lain seperti Perangkat Komputer, TV, Telepon dan lainnya dengan tujuan untuk menghindari kesulitan dalam Maintenance dan menghindari pula kerusakan Barang-barang elektronik anda ketika ac anda mengalami bocor Air.
- Hindari Pemasangan AC diatas Tempat Tidur, dengan tujuan sama seperti No.2
- Hindarkan Pemasangan Indoor dengan Mulut Indoor menghadap pada kita, agar kita hanya mendapatkan efek dinginnya saja.
- Usahakan drainase tertata dengan baik, jika tempatnya ditengah-tengah ruangan maka siapkanlah jaringannya terlebih dahulu sehingga mempermudah dalam instalasi dan tidak merusak ruangan.

Tips Pemasangan Outdoor :
Pasang Outdoor yang mempunyai Sirkulasi Udara cukup.
Jika Posisi outdoor lebih tinggi dari Indoor maka usahakan menggunakan Trapping ( Pipa dilengkungkan lebih tinggi dari Outdoor) Agar Oli tidak terlalu banyak mengalir di pipa Refrigerant.
Jangan Memasang outdoor dekat dengan Jendela karena akan menimbulkan dengung pada Jendela sehingga bersuara.
Jangan memasang Outdoor yang sulit untuk dijangkau, karena akan menyulitkan kita untuk Perawatan.
Jika Ruang yang bebas tidak ada, usahakan Outdoor terpasang pada ruang yang mempunyai space sekitar 1 meter dengan posisi : belakang outdoor 30 cm dan space depan outdoor 70 cm

Saat ini sudah ada AC dengan daya yang rendah. Besar daya yang dibutuhkan bervariasi dari 200 – 400 W. Untuk simulasi ini digunakan AC dengan daya 300 W. Anggap di dalam satu rumah terdapat 3 AC yang rata-rata menyala selama 6 jam. Besar konsumsi listrik = jumlah unit x lama pemakaian x daya x 30 hari Besar biaya yang dikeluarkan = besar konsumsi listrik x harga per kWh = 162 x Rp 1.352,- = Rp 219.024,-

4. Televisi
Untuk simulasi ini digunakan televisi LED 32 inci sebanyak satu unit dengan daya sebesar 120 Watt. Rata-rata pemakaian televisi tiap harinya adalah 6 jam. Besar konsumsi listrik = lama pemakaian x daya x 30 hari Besar biaya yang dikeluarkan = besar konsumsi listrik x harga per kWh = 21,6 x Rp 1.352,- = Rp 29.203,-

Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana
Disini kami akan sajikan beberapa Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana yang kami kumpulkan dari decoist.com dan freshome.com yang pastinya akan membuat Anda semakin terinspirasi. Selamat menikmati!
 

Dapur Minimalis


Desain Dapur Minimalis Masa Kini






Dari hari ke hari perkembangan selalu mengikuti seiring zaman. Tidak melulu soal teknologi yang berkembang, dunia properti pun mengalami perkembangan yang pesat. Desain dapur minimalis masa kini tidak lagi bergantung dengan luas lahan yang digunakan, telah banyak gaya arsitektur masa kini menggunakan konsep dapur mungil minimalis nan cantik. Luas lahan yang terbatas dapat disulap menjadi sebuah dapur yang indah dengan berbagai trik.


Peralatan Dapur Hemat Energi dan Ramah LingkunganA. Kompor Halogen:
6. Kompor Tetap Dingin
B. Penanak Nasi:
Watt-nya yang kecil akan membantu kamu dalam menghemat tagihan listrik yang selama ini membengkak dan yang pasti jaug lebih ramah lingkungan. Yuk langsung aja ganti semua lampu di rumahmu dengan Lampu LED yang ada di Tokopedia, tersedia dalam berbagai pilihan merek berkualitas, lengkap dan yang jual banyak! Makin hemat energi dengan Lampu LED, tagihan listrik pun tidak akan membengkak lagi


1. Bertenaga (Powerful) dan Efisien
Pada kompor IH, energi yang terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil, kompor IHmampu mendidihkan air lebih cepat dari kompor gas. Tapi, jika dibandingkan dengan sistem pembakaran seperti pada kompor gas yang menyebabkan daerah sekeliling panci juga ikut panas, sistem IH hanya memanaskan daerah sekitar alas. sehingga akan ada beberapa jenis masakan yang kurang cocok jika menggunakan sistem IH ini. kesimpulannya adalah: efektifitas panas yang dihasilkan di sini tidak selalu disertai dengan efektifitas dalam proses memasak.

2. Tidak mengeluarkan api
Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.

3. Mudah dalam mengatur temperatur
Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.

4. Tingkat keamanan yang tinggi
Hal ini sesuai dengan keuntungan nomer 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin jugabisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar loh.

5. Ekonomis
Dengan kemampuan tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor IH memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Selain ramah lingkungan, kompor ini juga ramah dompet.

Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat.


Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.

Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Namun itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.



Sayangnya tak sembarang panci bisa digunakan. Perkakas dari aluminium, stainless steel, atau tembaga tak bereaksi terhadap medan magnet sehingga mesti dipensiunkan bila memutuskan beralih ke kompor teknologi baru ini. Biasanya kompor induksi dijual satu paket dengan wajan atau panci yang bersifat "ferromagnetik" seperti baja, besi, atau logam lain.



Meskipun demikian, jangan buru-buru membuang perkakas bekas. Bisa jadi panci lama masih berguna. Untuk mengujinya, dekatkan sebatang magnet pada panci. Jika menempel, berarti bisa digunakan pada kompor induksi meski efisiensinya mungkin lebih kecil. 


Perbandingan efisiensi tabung gas VS kompor halogen,


Perhitungan penggunaan tabung gas

1 tabung gas 12 kg harga : Rp.80.000,-/tabung

1 tabung bisa di pakai s/d 60 jam

Pemakaian dalam 1jam = Rp.80.000,- / 60jam = Rp.1350,-/jam



Perhitungan penggunaan kompor Induksi

(TDL terbaru : Rp.793,-/kwh)

Pemakaian 500watt / jam

Pemakaian 1jam x 500watt = 500watt / 0,5kwh

Biaya = 0,5kwh x Rp.793 = Rp.396,5/jam


Penanak nasi mengonsumsi listrik hingga 400 Watt saat menanak nasi. Saat menghangatkan, konsumsi listrik dapat mencapai 100 Watt. Untuk perangkat ini, diasumsikan menanak nasi membutuhkan waktu satu jam. Sedangkan untuk menghangatkan hingga 15 jam.
Besar konsumsi listrik = (lama pemakaian menanak x daya menanak + lama pemakaian menghangatkan x daya menghangatkan) x 30 hari
= (1 x 400 + 15 x 100) x 30
= 57.000 Wh = 57 kWh
Besar biaya yang dikeluarkan = besar konsumsi listrik x harga per kWh
= 57 x Rp 1.352,- = Rp 77.064,-
Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan AC merupakan yang terbesar di rumah tangga. Namun, jika dilihat lagi per unit, dispenser lah yang mengonsumsi listrik paling besar.


Setelah mengetahui fakta ini, Anda tentu tahu bagaimana harus berhemat.

C. Lampu LED
Ayo saatnya buat bumi kita lebih baik! Salah satunya dengan melakukan penghematan energi dan beralih dari bohlam lampu biasa yang boros energi ke Lampu LED (Light Emitting Diode) yang cenderung membutuhkan lebih sedikit energi. Bohlam Lampu LED sangat hemat energi tanpa mengurangi intensitas cahaya yang dikeluarkan (tetap terang walaupun menggunakan watt yang sangat kecil). Dengan watt yang lebih kecil dibandingkan dengan bohlam biasa, cahaya dari lampu LED ini akan tetap terang saat dinyalakan. 


D. Dispenser non listrik

Pada umumnya dispenser dibiarkan selalu menyala. Namun, pemanas pada dispenser menyala dan mati secara otomatis. Anggap saja pemanas menyala selama 12 jam dalam sehari. Daya yang digunakan untuk pemanas antara 200-500 Watt. Untuk simulasi ini, digunakan dispenser dengan daya 350 Watt tanpa pendingin.
Besar konsumsi listrik = lama pemakaian x daya x 30 hari
= 12 x 350 x 30
= 126.000 Wh = 126 kWh
Besar biaya yang dikeluarkan = besar konsumsi listrik x harga per kWh


= 126 x Rp 1.352,- = Rp 170.352,-


E. Kulkas
Kulkas merupakan perangkat yang menyala selama 24 jam. Daya yang digunakan bervariasi, kulkas kecil hanya mengonsumsi 50 Watt. Sedangkan kulkas dengan volume mengonsumsi 100 Watt. Dengan daya tersebut, ini perhitungannya.
Besar konsumsi listrik = lama pemakaian x daya x 30 hari
= 24 x 100 x 30
= 72000 Wh = 72 kWh
Besar biaya yang dikeluarkan = besar konsumsi listrik x harga per kWh


= 72 x Rp 1.352,- = Rp 97.344,-